Breaking

Showing posts with label Irwandi Yusuf Di Tangkap KPK. Show all posts
Showing posts with label Irwandi Yusuf Di Tangkap KPK. Show all posts

Monday, 9 July 2018

7/09/2018

Adakah, Keterlibatan Nova Iriansya Dalam Kasus OTT KPK Irwandi Yusuf??

Sejumlah massa yang mengatas namakan dirinya sebagai Koalisi Masyarakat Aceh Bersatu (KMAB) menggelar aksi damai di depan Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh, Senin, 9 Juli 2018.
Dalam orasi tersebut, massa menuntut agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengembalikan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf ke Aceh yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018 dan bahkan Irwandi saat ini sudah ditahan.
Sementara itu, Fahmi Nuzula selaku Koordinator aksi dalam wawancara dengan sejumlah awak media menyebutkan, KPK RI harus segera melepaskan Irwandi Yusuf yang telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka.
“Kami menuntut Irwandi Yusuf dibebaskan tanpa syarat, batas waktu yang kami berikan 3 hari,” pungkasnya.
Menurut Fami, massa menilai Irwandi tidak bersalah, saat dijemput oleh tim penyidik KPK ke Pendopo Gubernur tidak ditemukan uang sepeser pun ditangan Irwandi, pungkasnya.
“Ada pihak yang bermain dalam kasus ini, pemerintah harus berhati-hati,” ujar Fahmi.
Disamping itu, Fahmi juga menyebutkan, pihaknya mengira adanya keterlibatan Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam kasus penangkapan Irwandi beberapa waktu lalu, tambahnya.
“Kami meyangka, kami mengira termasuk Nova Iriansyah bermain, saya akan bertemu Nova untuk memper tanggungjawabkan kata-katanya setahun yang lalu kepada saya ,” ungkap Fahmi tanpa menyebutkan kata-kata yang dimaksud itu.
Koorditor aksi tersebut juga mengancam, jika dalam tiga hari kedepan, pihak KPK tidak melepaskan Irwandi, massa akan kembali dan akan melumpuhkan istansi pemerintah,katanya saat wawancara.
“Kami akan lumpuhkan  instansi pemerintah,” tutup Fahmi.
Hingga berita ini diwartakan, pihak media ini belum memperoleh konfirmasi lebih lanjut dari Nova Iriansyah terkait adanya keterlibatan dirinya dalam kasus penangkapan Irwandi, Nova saat ini dikabarkan sedang bertemu dengan menteri dalam negeri di Jakarta dalam kapasitasnya sebagai Plt Gubernur Aceh.

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah membatah pernyataan Koordinator Aksi Koalisi Masyarakat Aceh Bersatu (KMAB) Fahmi Nuzula yang mengaitkan dirinya  dengan penangkapan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf beberapa waktu lalu.
Hal tersebut disampaikan Plt Gubernur Nova, melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh Wiratmadinata dan Saifullah Abdulgani, sesaat setelah menerima Penugasannya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Jakarta, Senin 9 Juli 2018.

Nova Iriansyah Membantah Pernyataan Fahmi Nuzul
Plt Gubenur Nova melihat sendiri tayangan video yang memperlihatkan Fahmi Nuzula mengatakan dirinya seakan-akan terlibat dalam kasus penangkapan Gubernur Irwandi Yusuf beberapa waktu lalu. “Pernyataan Fahmi itu tidak benar,” tegas Nova
Plt Gubernur Nova malah menyatakan berduka atas apa yang menimpa  Irwandi Yusuf dan teman-teman lainnya saat ini. Tetapi kita harus menyikapinya dengan tenang dan bijaksana.
Menurutnya, lebih baik kita menahan diri dan mendoakan Pak Irwandi dan teman-teman kita tersebut tetap sehat, dapat melewati semua ini dengan baik, dan cepat selesai, pungkas Nova.
“Sekali lagi saya membatah secara resmi pernyataan Fahmi Nuzula itu, “kata Nova Iriansyah sebagaimana dikutip Juru Bicara Pemerintah Aceh yang sedang bersamanya di Jakarta.
Sebelumnya, Fahmi Nuzula, menyebutkan, pihaknya mengira adanya keterlibatan Wakil Gubernur Nova Iriansyah yang kini menjabat sebagai Plt Gubernur Aceh dalam kasus penangkapan Irwandi beberapa waktu lalu, katanya.
“Kami meyangka, kami mengira termasuk Nova Iriansyah bermain, saya akan bertemu Nova untuk memper tanggungjawabkan kata-katanya setahun yang lalu kepada saya ,” ungkap Fahmi tanpa menyebutkan kata-kata yang dimaksud itu.

Friday, 6 July 2018

7/06/2018

Irwandi Yusuf Merasa Dijebak dan Saya Di Khianati


Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf kembali membantah KPK menerima suap dari Bupati Bener Meriah Ahmadi. Irwandi malah pamer berjasa ikut menciptakan kedamaian di Aceh.
“Saya nggak pernah minta, nggak pernah menyuruh, nggak pernah menerima,” kata Irwandi usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (6/7/2018).
Irwandi mengatakan banyak orang di Aceh yang kerap menjual namanya dengan memeras pengusaha. Biasanya, menurut Irwandi, orang-orang itu dulunya termasuk relawan atau tim sukses pemenangannya.
“Banyak sekali yang jual nama di aceh tak terlepas dari masalah ini mungkin karena melaporkan nama saya ke situ. Satu minggu sebelum kejadian ini, ada 1 orang mengatasnamakan saya, menjual nama saya, minta fee. Ternyata setelah ditangkap, dia pernah menjadi timses saya ketika pilkada. Jadi alasan dia (meminta fee) untuk menghadapi lebaran, puasa dan lebaran, butuh dana untuk anak buahnya, timses saya juga,” ucap Irwandi.
“Tujuannya (orang-orang yang menjual namanya) bukan untuk menjebak saya, (tapi) cari uang dari pengusaha. Pengusahanya mengadu ke saya karena proyek yang diharapkan nggak maju-maju, lalu saya periksa siapa yang minta uang, dikasih tahu saya,” imbuh Irwandi.
Malahan Irwandi pamer turut berjasa menciptakan kedamaian di Aceh. Dia mengklaim membikin banyak terobosan termasuk membantu kepolisian menangkap terorisme.
Dalam perkara di KPK, Irwandi disebut menerima Rp 500 juta dari Ahmadi. Uang itu diduga merupakan bagian dari commitment fee Rp 1,5 miliar agar Ahmadi mendapatkan ijon proyek infrastruktur yang menggunakan alokasi dana otonomi khusus atau otsus.
Sebagian dari duit suap Rp 500 juta itu diduga akan digunakan untuk kegiatan Aceh Marathon 2018. Selain Ahmadi dan Irwandi, ada dua orang swasta yang ditetapkan sebagai tersangka, yaitu Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri. (detikcom)

Wednesday, 4 July 2018

7/04/2018

Jubir: Tidak Ada Anggota DPR Yang Ikut Dicokok Dalam OTT Aceh

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mastikan tidak ada anggota DPR yang ikut diamankan dalam operasi tangkap tangan di Aceh, Selasa (3/7).

Jurubicara KPK, Febri Diansyah mengatakan dari informasi yang disampaikan kepadanya, sepuluh orang yang diamankan baru dua orang yang terindikasi sebagai kepala daerah. Sisanya dari pihak swasta.

"Sampai saat ini tidak ada dari DPR RI," ujarnya di Gedung KPK, Jakarta, Rabu dini hari (4/7)

Febri menjelaskan 10 orang tersebut diamankan karena diduga ikut dalam aktivitas transaksi.

Dalam OTT tersebut KPK juga mengamankan uang ratusan juta. 

Menurut Febri saat ini pihak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan di Polda Aceh.

Sementara itu, dari informasi yang beredar kedua kepala daerah yang ikut diamankan oleh tim KPK yakni Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan Bupati Bener, Meriah Ahmadi. (rmol)
7/04/2018

PDIP Lepas Tangan Soal Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Ditangkap KPK

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menjadi salah satu pihak yang terjaring operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi. Salah satu partai pengusung Irwandi di Pilkada Aceh 2017 lalu, yakni PDI Perjuangan menyayangkan Irwandi sampai terkena OTT KPK.

Baca Juga : Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Yang Di Usung PDIP Di Tangkap KPK

"Ya sangat disayangkan bahwa dalam kapasitas sebagai gubernur dan figur tokoh masyarakat Aceh, ternyata Pak Irwandi tertangkap OTT," kata Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 4 Juli 2018.


Andreas menegaskan, partainya tidak akan menoleransi kelakuan Irwandi itu. Sehingga, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini tidak akan memberi bantuan hukum. "Terhadap mereka yang kena OTT, kita tidak berikan bantuan hukum," tegasnya.

Dia menyampaikan, partainya selalu menginstruksikan anggotanya untuk tidak melakukan perbuatan yang koruptif. Sehingga, PDIP tidak ingin ada sangkut pautnya lagi dengan Irwandi. "Ketika itu (korupsi) terjadi, ya tanggung jawab masing-masing," kata dia.

Sebelumnya, petugas KPK melakukan kegiatan OTT di Bener Meriah, Aceh, Selasa malam, 3 Juli 2018. Ada 10 orang yang diamankan, dua di antaranya adalah Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah, Ahmadi. Sementara itu, Irwandi Yusuf diamankan KPK di kantornya di Banda Aceh pada waktu bersamaan.

Dalam kegiatan OTT itu, KPK mengamankan barang bukti uang Rp500 juta, yang diduga terkait suap anggaran otonomi khusus Aceh tahun 2018. Sumber:viva.co.id

7/04/2018

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Tiba di Gedung KPK, Di Jemput Dari Bandara Pakai Mobil Tahanan KPK

Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh yang diusung Partai Demokrat, Partai Nasional Aceh, dan sejumlah partai lainnya ini tiba di Gedung KPK sekitar pukul 14.05 WIB. Irwandi Yusuf yang mengenakan safari berwarna putih itu bungkam saat masuk ke dalam lobi gedung KPK.
Irwandi langsung dibawa menuju lantai dua atau ruang pemeriksaan KPK. Tak ada komentar apa pun yang disampaikan oleh orang nomor satu di provinsi berjuluk Serambi Mekah itu.

Irwandi diketahui terjaring operasi tangkap tangan (OTT) tim Satgas KPK pada Selasa, 3 Juli 2018. Irwandi Yusuf ditangkap bersama sembilan orang lainnya.

Dalam penangkapan terhadap Irwandi, tim penindakan KPK mengamankan uang Rp 500 juta. Uang tersebut diduga berkaitan dengan dana otonomi khusus (otsus).

KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum Gubernur Irwandi Yusuf beserta mereka yang diamankan tim penindakan KPK dalam operasi senyap. Sumber:liputan6.com
7/04/2018

KPK Sore Ini Akan Membebaskan Irwandi Yusuf, Setelah Di Periksa? Kita Berdoa Saja

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, ditangkap KPK bersama 9 orang lainnya. KPK mengamankan duit ratusan juta rupiah dari operasi tangkap tangan (OTT).

Baca Juga : Gawat, Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah Diduga OTT KPK

"Sejumlah uang ratusan juta rupiah diamankan. Diduga merupakan bagian dari realisasi komitmen fee sebelumnya," kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam keterangannya, Selasa (3/7/2018).

Baca JugaDitangkap KPK, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Diamankan di Polda

Duit ini diduga fee terkait transaksi penyelenggara negara di tingkat provinsi dan kabupaten Aceh.

Baca Juga : KPK Tangkap Gubernur Aceh, Uang Ratusan Juta Di Sita KPK

Dari informasi yang dihimpun, Gubernur Aceh Irwandi ditangkap bersama Bupati Bener Meriah, Ahmadi. Ada 8 orang lainnya termasuk non PNS yang ikut ditangkap.

Baca Juga : Ini 5 Fakta KPK Tangkap Tangan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, No 3 Kronologi Lengkap Kasus OTT

"Sore hingga malam ini KPK melakukan kegiatan penindakan di Aceh dan mengamankan 10 orang, yang terdiri dari 2 kepala daerah dan sejumlah pihak non PNS," ujar Kabiro Humas Febri Diansyah. 

Menurut kabar Irwandi Yusuf akan menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Ada juga kabar yang mengatakan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf akan segera di bebaskan setelah penyidik KPK memeriksa Irwandi Yusuf. Apa Benar Informasi Irwandi Yusuf akan di bebaskan? Kita Tunggu aja informasi lebih lanjut dari gedung KPK di jakarta. 

Tuesday, 3 July 2018

7/03/2018

Ditangkap KPK, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Diamankan di Polda

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 2 kepala daerah. Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang ditangkap KPK diamankan di Polda.

Pantauan detikcom, Gubernur Irwandi berada di dalam salah satu ruangan di Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrisus) Polda Aceh, Rabu (3/6/2018) malam. Irwandi mengenakan kemeja putih dan tampak sesekali tersenyum.

Dari jendela luar kantor Ditreskrimsus, Irwandi terlihat duduk dekat dinding. Tak lama kemudian, tirai jendela ditutup petugas. Belum diketahui Irwandi ditangkap terkait kasus apa.

Berdasarkan informasi, Irwandi ditangkap di Pendopo Gubernur Aceh. Saat ini pendopo juga dijaga ketat oleh petugas Satpol PP. Wartawan tidak diizinkan masuk ke Pendopo.

Sementara itu, KPK menerangkan tengah melakukan OTT di Aceh. Ada 10 orang yang diamankan.

"Sore hingga malam ini KPK melakukan kegiatan penindakan di Aceh dan mengamankan 10 orang, yang terdiri dari 2 kepala daerah dan sejumlah pihak non PNS," ujar Kabiro Humas Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (3/7/2018). Sumber:detik.com
7/03/2018

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Yang Di Usung PDIP Di Tangkap KPK



Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, ditangkap KPK bersama 9 orang lainnya. KPK mengamankan duit ratusan juta rupiah dari operasi tangkap tangan (OTT).

Baca Juga : Gawat, Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah Diduga OTT KPK

"Sejumlah uang ratusan juta rupiah diamankan. Diduga merupakan bagian dari realisasi komitmen fee sebelumnya," kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam keterangannya, Selasa (3/7/2018).

Baca Juga: Ditangkap KPK, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Diamankan di Polda

Duit ini diduga fee terkait transaksi penyelenggara negara di tingkat provinsi dan kabupaten Aceh.

Baca Juga : KPK Tangkap Gubernur Aceh, Uang Ratusan Juta Di Sita KPK

Dari informasi yang dihimpun, Gubernur Aceh Irwandi ditangkap bersama Bupati Bener Meriah, Ahmadi. Ada 8 orang lainnya termasuk non PNS yang ikut ditangkap.

Baca Juga : Ini 5 Fakta KPK Tangkap Tangan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, No 3 Kronologi Lengkap Kasus OTT

"Sore hingga malam ini KPK melakukan kegiatan penindakan di Aceh dan mengamankan 10 orang, yang terdiri dari 2 kepala daerah dan sejumlah pihak non PNS," ujar Kabiro Humas Febri Diansyah. 
7/03/2018

KPK Gelar OTT, Tangkap Gubernur Aceh Irwandi Yusuf

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan ( OTT ) di Aceh sejak Selasa sore, 3 Juli 2018. Dalam operasi ini KPK menangkap Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah Ahmadi Abdulgani.
“Ditangkap terkait korupsi dana otonomi khusus,” ujar seorang sumber di KPK malam ini. Irwandi baru dilantik sebagai Gubernur Aceh pada 5 Juli 2017. Ia diusung Partai Demokrat, Partai Nasional Aceh, dan sejumlah partai politik lainnya.
–– ADVERTISEMENT ––

Sedangkan Ruslan diusung Partai Demokrat, PAN, PDA dan PKPB. Menurut sumber yang sama,  Ahmadi ditangkap tim satuan tugas KPK saat menyerahkan uang ratusan juta kepada seseorang di sebuah tempat. Diduga orang itu adalah kepanjangan tangan Irwandi. “Uang ini sebagai imbalan kepada Gubernur karena sudah mendistribusikan dana otonomi khusus,” ujar sumber itu.
Saat ini, Irwandi dan Ruslan masih menjalani pemeriksaan di Aceh. Begitu juga dengan beberapa orang yang diduga mengetahui dugaan korupsi tersebut. Kabarnya mereka akan dibawa ke Jakarta besok.
Hingga berita ini ditulis belum diperoleh konfirmasi dari KPK tentang OTT terhadap Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah. Sumber:tempo.co
7/03/2018

Gawat, Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah Diduga OTT KPK

Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi dikabarkan kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT), Selasa (3/7/2018) di Aceh. Tim lembaga antirasuah diduga menangkap dua pejabat tinggi yakni Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, dan Bupati Bener Meriah Ahmadi.
Informasi yang dihimpun penangkapan terhadap kedua pejabat tersebut dilakukan di lokasi terpisah. Gubernur Aceh Irwandi Yusuf ditangkap di pendopo gubernur di Banda Aceh, sementara Bupati Bener Meriah Ahmadi ditangkap di Bener Meriah.
Irwandi Yusuf kini sudah diamankan di Mapolda Aceh. Sementara Ahmadi sedang berada di Polres Bener Meriah.
“Iya benar, OTT KPK,” kata sumber terpercaya ajnn
Hingga berita ini diunggah, belum diketahui secara pasti OTT yang melibatkan dua pejabat tinggi di Aceh itu, dan terkait kasus apa, juga berapa jumlah uang yang diamankan dalam operasi senyap tersebut.
Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah ketika dikonfirmasi belum menjawab. Pesan singkat yang dikirimkan juga tak mendapat jawaban.[] ajnn