Breaking

Showing posts with label Irwandi Yusuf OTT KPK. Show all posts
Showing posts with label Irwandi Yusuf OTT KPK. Show all posts

Monday, 9 July 2018

7/09/2018

Adakah, Keterlibatan Nova Iriansya Dalam Kasus OTT KPK Irwandi Yusuf??

Sejumlah massa yang mengatas namakan dirinya sebagai Koalisi Masyarakat Aceh Bersatu (KMAB) menggelar aksi damai di depan Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh, Senin, 9 Juli 2018.
Dalam orasi tersebut, massa menuntut agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengembalikan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf ke Aceh yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018 dan bahkan Irwandi saat ini sudah ditahan.
Sementara itu, Fahmi Nuzula selaku Koordinator aksi dalam wawancara dengan sejumlah awak media menyebutkan, KPK RI harus segera melepaskan Irwandi Yusuf yang telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka.
“Kami menuntut Irwandi Yusuf dibebaskan tanpa syarat, batas waktu yang kami berikan 3 hari,” pungkasnya.
Menurut Fami, massa menilai Irwandi tidak bersalah, saat dijemput oleh tim penyidik KPK ke Pendopo Gubernur tidak ditemukan uang sepeser pun ditangan Irwandi, pungkasnya.
“Ada pihak yang bermain dalam kasus ini, pemerintah harus berhati-hati,” ujar Fahmi.
Disamping itu, Fahmi juga menyebutkan, pihaknya mengira adanya keterlibatan Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam kasus penangkapan Irwandi beberapa waktu lalu, tambahnya.
“Kami meyangka, kami mengira termasuk Nova Iriansyah bermain, saya akan bertemu Nova untuk memper tanggungjawabkan kata-katanya setahun yang lalu kepada saya ,” ungkap Fahmi tanpa menyebutkan kata-kata yang dimaksud itu.
Koorditor aksi tersebut juga mengancam, jika dalam tiga hari kedepan, pihak KPK tidak melepaskan Irwandi, massa akan kembali dan akan melumpuhkan istansi pemerintah,katanya saat wawancara.
“Kami akan lumpuhkan  instansi pemerintah,” tutup Fahmi.
Hingga berita ini diwartakan, pihak media ini belum memperoleh konfirmasi lebih lanjut dari Nova Iriansyah terkait adanya keterlibatan dirinya dalam kasus penangkapan Irwandi, Nova saat ini dikabarkan sedang bertemu dengan menteri dalam negeri di Jakarta dalam kapasitasnya sebagai Plt Gubernur Aceh.

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah membatah pernyataan Koordinator Aksi Koalisi Masyarakat Aceh Bersatu (KMAB) Fahmi Nuzula yang mengaitkan dirinya  dengan penangkapan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf beberapa waktu lalu.
Hal tersebut disampaikan Plt Gubernur Nova, melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh Wiratmadinata dan Saifullah Abdulgani, sesaat setelah menerima Penugasannya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Jakarta, Senin 9 Juli 2018.

Nova Iriansyah Membantah Pernyataan Fahmi Nuzul
Plt Gubenur Nova melihat sendiri tayangan video yang memperlihatkan Fahmi Nuzula mengatakan dirinya seakan-akan terlibat dalam kasus penangkapan Gubernur Irwandi Yusuf beberapa waktu lalu. “Pernyataan Fahmi itu tidak benar,” tegas Nova
Plt Gubernur Nova malah menyatakan berduka atas apa yang menimpa  Irwandi Yusuf dan teman-teman lainnya saat ini. Tetapi kita harus menyikapinya dengan tenang dan bijaksana.
Menurutnya, lebih baik kita menahan diri dan mendoakan Pak Irwandi dan teman-teman kita tersebut tetap sehat, dapat melewati semua ini dengan baik, dan cepat selesai, pungkas Nova.
“Sekali lagi saya membatah secara resmi pernyataan Fahmi Nuzula itu, “kata Nova Iriansyah sebagaimana dikutip Juru Bicara Pemerintah Aceh yang sedang bersamanya di Jakarta.
Sebelumnya, Fahmi Nuzula, menyebutkan, pihaknya mengira adanya keterlibatan Wakil Gubernur Nova Iriansyah yang kini menjabat sebagai Plt Gubernur Aceh dalam kasus penangkapan Irwandi beberapa waktu lalu, katanya.
“Kami meyangka, kami mengira termasuk Nova Iriansyah bermain, saya akan bertemu Nova untuk memper tanggungjawabkan kata-katanya setahun yang lalu kepada saya ,” ungkap Fahmi tanpa menyebutkan kata-kata yang dimaksud itu.

Friday, 6 July 2018

7/06/2018

Irwandi Yusuf Merasa Dijebak dan Saya Di Khianati


Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf kembali membantah KPK menerima suap dari Bupati Bener Meriah Ahmadi. Irwandi malah pamer berjasa ikut menciptakan kedamaian di Aceh.
“Saya nggak pernah minta, nggak pernah menyuruh, nggak pernah menerima,” kata Irwandi usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (6/7/2018).
Irwandi mengatakan banyak orang di Aceh yang kerap menjual namanya dengan memeras pengusaha. Biasanya, menurut Irwandi, orang-orang itu dulunya termasuk relawan atau tim sukses pemenangannya.
“Banyak sekali yang jual nama di aceh tak terlepas dari masalah ini mungkin karena melaporkan nama saya ke situ. Satu minggu sebelum kejadian ini, ada 1 orang mengatasnamakan saya, menjual nama saya, minta fee. Ternyata setelah ditangkap, dia pernah menjadi timses saya ketika pilkada. Jadi alasan dia (meminta fee) untuk menghadapi lebaran, puasa dan lebaran, butuh dana untuk anak buahnya, timses saya juga,” ucap Irwandi.
“Tujuannya (orang-orang yang menjual namanya) bukan untuk menjebak saya, (tapi) cari uang dari pengusaha. Pengusahanya mengadu ke saya karena proyek yang diharapkan nggak maju-maju, lalu saya periksa siapa yang minta uang, dikasih tahu saya,” imbuh Irwandi.
Malahan Irwandi pamer turut berjasa menciptakan kedamaian di Aceh. Dia mengklaim membikin banyak terobosan termasuk membantu kepolisian menangkap terorisme.
Dalam perkara di KPK, Irwandi disebut menerima Rp 500 juta dari Ahmadi. Uang itu diduga merupakan bagian dari commitment fee Rp 1,5 miliar agar Ahmadi mendapatkan ijon proyek infrastruktur yang menggunakan alokasi dana otonomi khusus atau otsus.
Sebagian dari duit suap Rp 500 juta itu diduga akan digunakan untuk kegiatan Aceh Marathon 2018. Selain Ahmadi dan Irwandi, ada dua orang swasta yang ditetapkan sebagai tersangka, yaitu Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri. (detikcom)

Thursday, 5 July 2018

7/05/2018

Irwandi Yusuf Tidak Bersalah dan Tidak Pernah Menerima Uang

Bupati Bener Meriah Ahmadi ikut ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia mengaku bukan dirinya yang menyuruh ajudannya untuk menyerahkan uang sebesar Rp500 juta kepada Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.
"Bukan saya yang menyerahkan. Itu tidak benar. Yang menyerahkan itu, kalau tidak salah ajudan saya sama pengusaha dari kabupaten saya," katanya sesaat sebelum menaiki mobil tahanan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (5/7/2018).
Ahmadi bahkan mengklaim tak tahu-menahu sumber uang yang didapat dari ajudannya itu. Menurutnya, ajudannya kala itu hanya meminta pekerjaan karena harus membayar utang kepada Gubernur.

"Mereka meminta pekerjaan, habis itu mereka katanya harus membayar kewajiban. Urus saja saya bilang, kalau selagi kamu mau bukan dari saya. Saya tidak pernah menyerahkan uang dan Pak Gub tidak pernah meminta uang kepada saya," paparnya.
Kendati begitu, ia mengaku akan kooperatif terhadap masalah hukum yang ia hadapi di KPK. Namun begitu, ia belum terpikirkan mengajukan justice collaborator (JC).
"Saya masih pikir-pikir dulu," paparnya.
Sebagai informasi, Ahmadi ditahan di Rutan cabang KPK di POMDAM Jaya Guntur. Selain itu, pihak swasta T Syaiful Bahri juga turut ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan.
Diketahui dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Irwandi, Ahmadi serta dua orang swasta Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri sebagai tersangka suap. Irwandi, Hendri, dan Syaiful diduga sebagai penerima suap, sementara Ahmadi sebagai pemberi suap.
Irwandi diduga menerima Rp500 juta dari Bupati Bener Meriah Ahmadi yang merupakan bagian dari jatah Rp1,5 miliar.
7/05/2018

KPK Duga Gubernur Aceh Dari PDIP Telah Beberapa Kali Menerima Suap

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Gubernur Aceh Irwandi Yusuf telah beberapa kali menerima suap dari pihak swasta melalui perantara Bupati Bener Meriah, terkait penggunaan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).

Irwandi diduga meminta jatah sebesar Rp1,5 miliar terkait ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari DOKA tahun anggaran 2018.

"Ini tidak tahap pertama lagi, menurut informasi sudah tahap yang bagian dari Rp1,5 miliar menjadi fee yang diberikan ke tingkat provinsi," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (4/7).

Diketahui, dana Otsus Aceh untuk tahun ini sebesar Rp8,03 triliun. Menurut Basaria, dana tersebut diberikan ke pemerintah provinsi, dan kemudian disalurkan kepada 23 kabupaten/kota yang ada di Tanah Rencong itu.

Basaria menuturkan pihaknya menduga setiap anggaran untuk proyek yang dibiayai dari DOKA itu dipotong 10 persen, dan yang 8 persen untuk pejabat di tingkat provinsi, kemudian yang 2 persen untuk pejabat di tingkat kabupaten.

Sementara pemberian uang kepada Irwandi disinyalir bagian dari fee 8 persen tersebut.

"Pemberian kepada gubernur dilakukan melalui orang-orang dekat gubernur Aceh dan bupati Bener Meriah yang bertindak sebagai perantara," ujarnya.

Dalam kasus dugaan suap tersebut, Irwandi diduga menerima Rp500 juta, yang merupakan bagian dari jatah Rp1,5 miliar, dari Bupati Bener Meriah Ahmadi.

Uang Rp500 juta itu, kata Basaria diduga bersumber dari pengusaha yang mendapat proyek di Kabupaten Bener Meriah.

"Sumber uang dari Bupati Bener Meriah ini menurut informasi dikumpulkan dari beberapa pengusaha di sana, ini masih pengembangan," ujarnya. 

Sebelumnya, Basaria menyatakan bahwa pihaknya menemukan indikasi adanya bancakan yang dilakukan oleh Irwandi dan oknum pejabat di Aceh, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota terhadap DOKA tahun anggaran 2018.

"Dana Rp8 Triliun yang seharusnya menjadi hak masyarakat Aceh justru menjadi bancakan dan dinikmati sebagian oknum pemerintah Aceh," tukasnya.

Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan Irwandi, Ahmadi dan dua orang pihak swasta Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri sebagai tersangka dugaan korupsi berupa suap.

Irwandi, Hendri, dan Syaiful diduga sebagai penerima suap, sementara Ahmadi sebagai pemberi suap. [SUAR/akr]

Wednesday, 4 July 2018

7/04/2018

PDIP Lepas Tangan Soal Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Ditangkap KPK

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menjadi salah satu pihak yang terjaring operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi. Salah satu partai pengusung Irwandi di Pilkada Aceh 2017 lalu, yakni PDI Perjuangan menyayangkan Irwandi sampai terkena OTT KPK.

Baca Juga : Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Yang Di Usung PDIP Di Tangkap KPK

"Ya sangat disayangkan bahwa dalam kapasitas sebagai gubernur dan figur tokoh masyarakat Aceh, ternyata Pak Irwandi tertangkap OTT," kata Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 4 Juli 2018.


Andreas menegaskan, partainya tidak akan menoleransi kelakuan Irwandi itu. Sehingga, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini tidak akan memberi bantuan hukum. "Terhadap mereka yang kena OTT, kita tidak berikan bantuan hukum," tegasnya.

Dia menyampaikan, partainya selalu menginstruksikan anggotanya untuk tidak melakukan perbuatan yang koruptif. Sehingga, PDIP tidak ingin ada sangkut pautnya lagi dengan Irwandi. "Ketika itu (korupsi) terjadi, ya tanggung jawab masing-masing," kata dia.

Sebelumnya, petugas KPK melakukan kegiatan OTT di Bener Meriah, Aceh, Selasa malam, 3 Juli 2018. Ada 10 orang yang diamankan, dua di antaranya adalah Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah, Ahmadi. Sementara itu, Irwandi Yusuf diamankan KPK di kantornya di Banda Aceh pada waktu bersamaan.

Dalam kegiatan OTT itu, KPK mengamankan barang bukti uang Rp500 juta, yang diduga terkait suap anggaran otonomi khusus Aceh tahun 2018. Sumber:viva.co.id

7/04/2018

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Tiba di Gedung KPK, Di Jemput Dari Bandara Pakai Mobil Tahanan KPK

Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh yang diusung Partai Demokrat, Partai Nasional Aceh, dan sejumlah partai lainnya ini tiba di Gedung KPK sekitar pukul 14.05 WIB. Irwandi Yusuf yang mengenakan safari berwarna putih itu bungkam saat masuk ke dalam lobi gedung KPK.
Irwandi langsung dibawa menuju lantai dua atau ruang pemeriksaan KPK. Tak ada komentar apa pun yang disampaikan oleh orang nomor satu di provinsi berjuluk Serambi Mekah itu.

Irwandi diketahui terjaring operasi tangkap tangan (OTT) tim Satgas KPK pada Selasa, 3 Juli 2018. Irwandi Yusuf ditangkap bersama sembilan orang lainnya.

Dalam penangkapan terhadap Irwandi, tim penindakan KPK mengamankan uang Rp 500 juta. Uang tersebut diduga berkaitan dengan dana otonomi khusus (otsus).

KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum Gubernur Irwandi Yusuf beserta mereka yang diamankan tim penindakan KPK dalam operasi senyap. Sumber:liputan6.com
7/04/2018

KPK Sore Ini Akan Membebaskan Irwandi Yusuf, Setelah Di Periksa? Kita Berdoa Saja

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, ditangkap KPK bersama 9 orang lainnya. KPK mengamankan duit ratusan juta rupiah dari operasi tangkap tangan (OTT).

Baca Juga : Gawat, Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah Diduga OTT KPK

"Sejumlah uang ratusan juta rupiah diamankan. Diduga merupakan bagian dari realisasi komitmen fee sebelumnya," kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam keterangannya, Selasa (3/7/2018).

Baca JugaDitangkap KPK, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Diamankan di Polda

Duit ini diduga fee terkait transaksi penyelenggara negara di tingkat provinsi dan kabupaten Aceh.

Baca Juga : KPK Tangkap Gubernur Aceh, Uang Ratusan Juta Di Sita KPK

Dari informasi yang dihimpun, Gubernur Aceh Irwandi ditangkap bersama Bupati Bener Meriah, Ahmadi. Ada 8 orang lainnya termasuk non PNS yang ikut ditangkap.

Baca Juga : Ini 5 Fakta KPK Tangkap Tangan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, No 3 Kronologi Lengkap Kasus OTT

"Sore hingga malam ini KPK melakukan kegiatan penindakan di Aceh dan mengamankan 10 orang, yang terdiri dari 2 kepala daerah dan sejumlah pihak non PNS," ujar Kabiro Humas Febri Diansyah. 

Menurut kabar Irwandi Yusuf akan menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Ada juga kabar yang mengatakan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf akan segera di bebaskan setelah penyidik KPK memeriksa Irwandi Yusuf. Apa Benar Informasi Irwandi Yusuf akan di bebaskan? Kita Tunggu aja informasi lebih lanjut dari gedung KPK di jakarta. 
7/04/2018

Ini 5 Fakta KPK Tangkap Tangan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, No 3 Kronologi Lengkap Kasus OTT

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dalam masalah besar!
Gubernur dua periode ini ditangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima suap.

Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf di Banda Aceh, Selasa (3/7/2018) malam.

Irwandi ditangkap tangan melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) bersama Bupati Bener Meriah, Ahmadi.
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah membenarkan kabar OTT di Banda Aceh terkait suap terkait proses penganggaran pada APBD di Provinsi Aceh.
Irwandi diduga menerima suap.

Pada OTT tersebut, petugas KPK juga mengamankan uang senilai ratusan juta rupiah yang diduga sebagai uang komitmen.

Dalam operasi itu, petugas KPK juga mengamankan 8 orang lainnya.

Berdasarkan pantauan jurnalis Serambi Indonesia (Tribunnews Network), Irwandi terlihat sedang berada di Mapolda Aceh, tadi malam hingga Rabu (4/7/2018) dini hari untuk menjalani pemeriksaan.

Irwandi terlihat duduk di salah satu ruangan di dalam gedung Dit Reskrimsus Polda Aceh.

Sejumlah awak media bahkan bisa mengabadikan foto Irwandi melalui jendela yang tidak tertutup tirainya.
Setelah mengetahui keberadaan awak media, petugas dari dalam kemudian menutup tirai jendela tersebut.
Dirangkum tribun-timur.com dari Serambi Indonesia (Tribunnews Network) berikut fakta-fakta penangkapan Orang Nomor 1 di Serambi Mekah itu.

1. Diterbangkan ke Jakarta, Naik Barracuda ke Bandara
Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (4/6/2018), membawa Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf ke Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blangbintang, Banda Aceh.
Irwandi turun dari mobil Baracuda yang dikawal belasan anggota Brimob bersenjata lengkap dan petugas KPK pada pukul 9.25 WIB.

Menurut beberapa sumber di Bandara SIM, nama Irwandi tercatat dalam manifest penumpang pesawat Garuda Indonesia GA 141 keberangkatan pukul 10.10 WIB.

Saat ini polisi bersenjata lengkap masih mengawal di pintu kedatangan bandara SIM.(*)

2. Diperiksa 10 Jam di Markas Polda Aceh
Setelah menjalani pemeriksaan sekitar 10 jam lebih di Mapolda Aceh, akhirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberangkatkan Irwandi Yusuf ke Jakarta.

Irwandi diterbangkan dengan Pesawat Garuda GA 141 melalui Bandar Sultan Iskandar Muda, Rabu (4/7/2018) sekira pukul 10.00 WIB.

Irwandi berada di Polda Aceh lebih kurang sejak pukul 10.00 WIB tadi malam. Informasi yang berkembang Irwandi ditangkap di Pendopo Gubernur Aceh.

Pukul 23.00 WIB, Irwandi dipastikan berada di Mapolda Aceh, dia terlihat duduk bersila di salah satu ruangan di gedung Dit Reskrimsus Polda Aceh, seperti sedang dimintai keterangan oleh seseorang.

3. Istri Tercinta Datang
Istri Gubernur Aceh, Darwati A Gani tiba di Polda Aceh sekira pukul 02.20 WIB.

Darwati masuk dari pintu samping gedung Dit Reskrimsus Polda Aceh lalu naik ke lantai dua.

Baru kemudian dia turun dan masuk ke ruang tempat Irwandi Yusuf duduk yang berhasil direkam awak media sebelumya.

Sayangnya,  tidak ada satu pun wartawan yang sempat merekam kedatangan sang first lady tersebut.
Namun kedatangannya diketahui oleh beberapa awak media. Darwati juga didampingi ajudannya.

Sebelumnya, anak sulung Irwandi, Teguh Meutuah sudah lebih duluan tiba di Polda Aceh.

4. Operasi Tangkap Tangan dan Kronologi Kasus
Gubernur Aceh drh. Irwandi Yusuf 'dijemput' oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) di Pendopo Gubernur Aceh pada Selasa malam (3/7/2018), sekitar pukul 20.15 Wib.

Tim satgas berjumlah 7 orang, dan langsung menuju Mapolda Aceh.

Kemudian dalam laporan tertulis ini juga disebutkan bahwa Gubernur Aceh sempat berbincang kepada Penjaga Pendopo dan mengatakan bahwa ia akan keluar sebentar untuk pergi ngopi bersama teman.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo mengakui ada kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) di Aceh.

Penjelasan Agus Raharjo ini sekaligus menjawab desas desus dan simpang siurnya informasi yang menggemparkan Aceh, Selasa (3/7/2018) malam.

“Sore hingga malam ini, KPK melakukan kegiatan penindakan di Aceh dan mengamankan 10 orang, yang terdiri dari 2 kepala daerah dan sejumlah pihak non PNS,” kata Ketua KPK Agus Raharjo melalui pesan Whatsapp kepada Serambinews.com pukul 23.06 WIB.

“Diduga sebelumnya telah terjadi transaksi yang melibatkan penyelenggara negara di tingkat Provinsi dan salah satu Kabupaten di Aceh. Sejumlah uang ratusan juta rupiah diamankan. Diduga merupakan bagian dari realisasi komitmen fee sebelumnya,” tambah Agus Raharjo.

“Tim saat ini telah berada di Polda Aceh dan melakukan pemeriksaan awal. Sesuai KUHAP, tim akan melakukan proses sampai penentuan status dalam waktu 24 jam,” demikian Agus Raharjo.


Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com 

Tuesday, 3 July 2018

7/03/2018

Ditangkap KPK, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Diamankan di Polda

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 2 kepala daerah. Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang ditangkap KPK diamankan di Polda.

Pantauan detikcom, Gubernur Irwandi berada di dalam salah satu ruangan di Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrisus) Polda Aceh, Rabu (3/6/2018) malam. Irwandi mengenakan kemeja putih dan tampak sesekali tersenyum.

Dari jendela luar kantor Ditreskrimsus, Irwandi terlihat duduk dekat dinding. Tak lama kemudian, tirai jendela ditutup petugas. Belum diketahui Irwandi ditangkap terkait kasus apa.

Berdasarkan informasi, Irwandi ditangkap di Pendopo Gubernur Aceh. Saat ini pendopo juga dijaga ketat oleh petugas Satpol PP. Wartawan tidak diizinkan masuk ke Pendopo.

Sementara itu, KPK menerangkan tengah melakukan OTT di Aceh. Ada 10 orang yang diamankan.

"Sore hingga malam ini KPK melakukan kegiatan penindakan di Aceh dan mengamankan 10 orang, yang terdiri dari 2 kepala daerah dan sejumlah pihak non PNS," ujar Kabiro Humas Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (3/7/2018). Sumber:detik.com
7/03/2018

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Yang Di Usung PDIP Di Tangkap KPK



Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, ditangkap KPK bersama 9 orang lainnya. KPK mengamankan duit ratusan juta rupiah dari operasi tangkap tangan (OTT).

Baca Juga : Gawat, Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah Diduga OTT KPK

"Sejumlah uang ratusan juta rupiah diamankan. Diduga merupakan bagian dari realisasi komitmen fee sebelumnya," kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam keterangannya, Selasa (3/7/2018).

Baca Juga: Ditangkap KPK, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Diamankan di Polda

Duit ini diduga fee terkait transaksi penyelenggara negara di tingkat provinsi dan kabupaten Aceh.

Baca Juga : KPK Tangkap Gubernur Aceh, Uang Ratusan Juta Di Sita KPK

Dari informasi yang dihimpun, Gubernur Aceh Irwandi ditangkap bersama Bupati Bener Meriah, Ahmadi. Ada 8 orang lainnya termasuk non PNS yang ikut ditangkap.

Baca Juga : Ini 5 Fakta KPK Tangkap Tangan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, No 3 Kronologi Lengkap Kasus OTT

"Sore hingga malam ini KPK melakukan kegiatan penindakan di Aceh dan mengamankan 10 orang, yang terdiri dari 2 kepala daerah dan sejumlah pihak non PNS," ujar Kabiro Humas Febri Diansyah. 
7/03/2018

Gawat, Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah Diduga OTT KPK

Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi dikabarkan kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT), Selasa (3/7/2018) di Aceh. Tim lembaga antirasuah diduga menangkap dua pejabat tinggi yakni Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, dan Bupati Bener Meriah Ahmadi.
Informasi yang dihimpun penangkapan terhadap kedua pejabat tersebut dilakukan di lokasi terpisah. Gubernur Aceh Irwandi Yusuf ditangkap di pendopo gubernur di Banda Aceh, sementara Bupati Bener Meriah Ahmadi ditangkap di Bener Meriah.
Irwandi Yusuf kini sudah diamankan di Mapolda Aceh. Sementara Ahmadi sedang berada di Polres Bener Meriah.
“Iya benar, OTT KPK,” kata sumber terpercaya ajnn
Hingga berita ini diunggah, belum diketahui secara pasti OTT yang melibatkan dua pejabat tinggi di Aceh itu, dan terkait kasus apa, juga berapa jumlah uang yang diamankan dalam operasi senyap tersebut.
Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah ketika dikonfirmasi belum menjawab. Pesan singkat yang dikirimkan juga tak mendapat jawaban.[] ajnn