Breaking

Showing posts with label Prabowo subianto. Show all posts
Showing posts with label Prabowo subianto. Show all posts

Sunday, 8 July 2018

7/08/2018

Demokrat Sodorkan AHY Sebagai Cawapres, Ini Kata Prabowo

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan bahwa pencalonan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai cawapres belum final. Menurut Prabowo, dirinya harus mendiskusikannya terlebih dahulu dengan PAN dan PKS.

"Saya sudah katakan selalu bahwa saya ini sudah menjalin suatu persahabatan disaat susah terutama, di kawan-kawan PKS dan PAN. Jadi saya sudah komit sama mereka tidak akan ada keputusan yang saya ambil tanpa keterlibatan mereka. Ini sudah ada suatu gentlemen aggrement. Jadi kadang perjanjian itu juga harus kita hormati," ucap Prabowo di kediamannya, Jakarta, Sabtu (7/7/2018).


Meski demikian, dia mengatakan tetap membuka peluang kepada semua pihak yang ingin mendampinginya dalam Pilpres 2019.

"Dan saya bertekad untuk membangun suatu koalisi yang besar dan inklusif. Yang mencerminkan semua komponen bangsa," ungkap Prabowo.

Dia menuturkan, masih berkomunikasi dengan semua pihak secara terbuka.
"Jadi proses berjalan. Saya kira, saya terbuka dan saya ingin berpikir positif. Karena kita harus bekerja untuk rakyat," pungkas Prabowo.

Usulan Demokrat

Partai Demokrat mewacanakan duet Prabowo-AHY di Pilpres 2019. Wacana duet Prabowo-AHY muncul usai Wakil Ketua Umum Partai Demokrat menemui Prabowo di rumahnya, Kamis 5 Juli 2018 malam.
Prabowo sendiri membuka peluang untuk duet dengan AHY. Namun, lanjut dia, wacana tersebut harus dibahas bersama 2 calon mitra koalisi Gerindra, yaitu PKS dan PAN.

"Saya sampaikan ke Pak Syarief Hasan kita tidak ada masalah kita welcome. Tapi saya ingin, karena saya sudah terlanjur bekerja sama erat dengan PKS dan PAN berarti kita harus perlu ada konsensus karena kita ingin suatu koalisi yang kuat ke depannya," tandas Prabowo. (liputan6.com)
7/08/2018

Prabowo: TGB Dukung Jokowi, Kita Punya Amien Rais

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, tak mempermasalahkan jika Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, mengalihkan dukungannya kepada Joko Widodo tau Jokowi.

Menurut dia, dalam demokrasi siapapun boleh menentukan pilihannya sendiri.

"Ya ini demokrasi. Siapapun boleh mendukung siapapun. Ya boleh dong, itu hak beliau," ucap Prabowo di Kediamannya, Jakarta, Sabtu 7 Juli 2018.

Prabowo yakin dukungan TGB kepada Jokowi tak akan mempengaruhi suara massa Islam. Menurutnya, masih banyak tokoh yang menjadi panutan, salah satunya Amien Rais.

"Kita ada Amien Rais, Sudrajat, ada ustad Sambo nih," pungkasnya.
Pada Pilpres 2014 lalu, TGB adalah ketua pemenangan Prabowo Subianto di NTB. Di sana, Prabowo menang telak atas Jokowi di Pilpres 2014. (liputan6.com)


Friday, 6 July 2018

7/06/2018

Prabowo Subianto Akui Sedang Melirik AHY

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Prabowo Subianto mengaku bahwa dirinya telah melakukan penjajakan koalisi dengan Partai Demokrat untuk Pilpres 2019 mendatang.

Pengakuan itu disampaikan Prabowo menanggapi wacana duet Prabowo-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mencuat usai dirinya bertemu dengan Wakil Ketua Umum Demokrat, Syarief Hasan.

"Saya kira ini masih penjajakan, saya menyampaikan bahwa kita welcome terhadap saran-saran," ujar Prabowo di Kediamannya, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (6/7).

Prabowo bahkan mengakui bahwa dirinya dan Gerindra telah melirik putra sulung Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu untuk dijadikan calon wakil presiden.

"Kita pun melirik saudara AHY,” jelasnya. 

Namun demikian, ada hal yang masih menjadi pertimbangan pihaknya dalam menggaet AHY, yaitu masalah usia yang terpaut jauh. 

“Masalahnya adalah bahwa bagian dari pemilih yang usia di bawah 45 tahun besar sekali. Jadi kalau (usia) antara pemilih dan calon di atas itu hubungan emosionalnya terlalu jauh dan ini tidak baik," jelasnya.

Sementara saat ditanya tentang hasil pertemuannya dengan Syarief Hasan, Prabowo justru berkelakar.

"Sebaiknya ada perundingan itu kalian semua ikut di dalam gimana? Masa pertemuan rahasia dibeberkan di depan kalian," tukasnya. rmol.co

Wednesday, 27 June 2018

6/27/2018

Sudrajat-Syaikhu Menang Telak di TPS Prabowo Nyoblos


Hasil penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS) Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto mencoblos menempatkan Sudrajat-Ahmad Syaikhu unggul telak. Pasangan pasangan nomor urut tiga Pilgub Jabar 2018 itu unggul telak. 

Pantauan detikcom di TPS 017, Bojong Koneng, Hambalang, Bogor, proses penghitungan suara dimulai pukul 13.30 WIB, Rabu (27/6/2018). Terdapat 358 suara sah dan 22 suara tidak sah di TPS ini. Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang terdaftar sebanyak 453 orang.

Hasilnya, dalam penghitungan suara di TPS 017 ini, pasangan calon nomor urut tiga Sudrajat-Syaikhu menduduki posisi teratas dengan perolehan 294 suara.

"Ini pasangan nomor urut tiga menang, yaitu memperoleh 294 suara," kata panitia TPS 017, Otjeh Iskandar kepada wartawan di lokasi.

Berikut perolehan suara di TPS tempat Prabowo Subianto nyoblos:

1. Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum: 15 suara.

2. Tb Hasannudin-Anton Charliyan: 26 suara.

3. Sudrajat-Ahmad Syaikhu: 294 suara.

4. Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi: 23 suara. 

(Detik.com)
(gbr/gbr)

Tuesday, 26 June 2018

6/26/2018

Saat Ketua PAN Zulkifli Hasan Sebut Prabowo ‘Capres Kita’

Zulkifli Hasan menyebut Prabowo Subianto ‘capres kita’. Kedua petinggi partai itu melakukan pertemuan tertutup selama kurang lebih 15 menit pada Senin (25/6/2018).
Pertemuan yang digelar di kediaman Zulkifli Hasan di Jl Widya Chandra IV, Jakarta, itu dimulai sekitar pukul 10.45 WIB dan berakhir pukul 11.00 WIB.
Prabowo tiba di kediaman Zulkifli sekitar pukul 10.43 WIB. Baru tiba di lokasi, Ketua Umum Partai Gerindra itu dihadang wartawan. Di hadapan awak media Prabowo sempat menyinggung soal ‘sumbangan’.
Sebagaimana diketahui, Prabowo tengah melakukan penggalangan dana lewat aplikasi @GALANGPERJUANGAN.
“Nyumbang juga boleh,” kata Prabowo yang diikuti gelak tawa.

Usai pertemuan, Zulkifli menyempatkan diri bertemu awak media. Ketua Umum PAN itu awalnya menyampaikan salam Lebaran, kemudian menyapa Prabowo dengan sebutan ‘capres kita’.
“Prabowo capres kita yang saya hormati,” kata Zulkifli.
Zulkifli kemudian mengungkapkan isi pertemuan tersebut. Menurutnya, pertemuan tersebut sebagai ajang silaturahmi serta membicarakan tentang pilkada serentak serta meminta TNI dan Polri untuk netral dalam pilkada.
“Kita ketahui, 25-26-27 Juni adalah hari di mana seluruh rakyat Indonesia tentukan pilihannya Pilkada di 171 titik. Sebagai pimpinan MPR, saya meminta kepada para penyelenggara Pemilukada, KPU Bawaslu, untuk sungguh-sungguh melaksanakan Pilkada jujur, adil, transparan sesuai peraturan perundangan berlaku,” kata Zulkifli.
“Banyak masukan masyarakat, pentingnya netralitas. Kapolri, Panglima TNI menyatakan polisi dan TNI harus netral. Polisi kita merah putih, bukan TNI atau Polri kandidat tertentu,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto mengatakan, dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai formasi calon presiden dan calon wakil presiden di pemilihan umum 2019 mendatang.
“Ini kan silaturahmi biasa dan penjajakan koalisi, kan tinggal 1 bulan lagi. Saya kira membangun chemistry itu semakin hari semakin akan sangat intensif, siapa presidennya, siapa wakilnya, gimana format koalisinya,” kata Yandri di lokasi pertemuan.
Kendati demikian, Yandri mengatakan, PAN belum menentukan sikap terkait Pilpres 2019. Mereka masih membuka pintu komunikasi dengan semua partai.
“PAN akan bertemu capres lain. Hari ini kita undang atau bersilaturahmi dengan Prabowo,” ujarnya.
6/26/2018

Ini Jumlah kekayaan Prabowo sekarang


Prabowo Subianto disebut-sebut sebagai salah satu tokoh di Indonesia yang kaya raya. Selain menjabat sebagai ketua umum partai, Prabowo juga merupakan seorang pengusaha.

Dia memiliki kerajaan bisnis yang bergerak di berbagai sektor. Salah satunya perusahaan di bidang pertambangan yaitu Nusantara Energy Group. Tak heran jika mantan jenderal bintang tiga itu dibilang politisi kaya di negeri ini. Lalu berapa kah total kekayaan yang dimiliki Prabowo? Berikut rinciannya.


1. Kekayaan dari harta tidak bergerak
Total harta kekayaan Prabowo Subianto sebesar Rp 1,6 triliun. Angka ini berdasarkan dari laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) pada tahun 2014.
Dari angka tersebut Prabowo memiliki beberapa harta salah satunya harta yang tidak bergerak yang mencapai Rp 205 miliar. Harta tidak bergerak itu berupa tanah dan bangunan yang terdiri dari empat bidang.
2. Barang bergerak Prabowo capai Rp 19 miliar
Prabowo Subianto mempunyai jumlah harta bergerak sekitar Rp 19 miliar. Harta bergerak itu terdiri dari alat transportasi sebanyak delapan unit senilai Rp 1,4 miliar. Peternakan, perikanan, perkebunan, pertanian, kehutanan, pertambangan dan usaha lainnya sebanyak 3 usaha, senilai Rp 12.196.000.000.
Selain itu, barang seni dan antik senilai Rp 3.000.500.000. Harta bergerak lainnya dengan jumlah 127 buah, dan jumlah nilai harta Rp 1.221.727.000. Surat Berharga total nilai Rp 1.526.182.000.011.
3. Prabowo punya uang tunai Rp 20 miliar
Tak cuma harta bergerak dan tak bergerak, uang tunai Prabowo pada 2014 sangat banyak. Uang tunai, deposito, tabungan, giro, setara kas lainnya yakni 4 rekening dalam nilai rupiah yakni Rp 20.496.657.361 dan 1 rekening dalam bentuk dolar Amerika senilai 3.134. (merdeka.com)

6/26/2018

Menangkan Pasangan Sudrajat-Syaikhu, 101 Jenderal di PPIR Turun Gunung

Terhitung sejak tgl 18 Juni 2019, Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) telah menerjunkan sebanyak 101 purnawirawan perwira tinggi TNI ke Jawa Barat untuk memperjuangkan kemenangan pasangan Sudrajat-Syaikhu.
“101 purnawirawan jenderal ini disebarkan ke 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Kami bertugas menghimpun kekuatan bersama ribuan purnawirawan lain dan masyarakat di Jawa Barat untuk memenangkan pasangan Sudrajat-Syaikhu,” kata Ketua Umum PPIR, Mayjen (purn) TNI Musa Bangun, Senin (25/6/2018).
Selain menghimpun kekuatan suara, menurut Musa, pihaknya juga akan mengawasi proses perhitungan suara untuk memastikan tidak terjadi kecurangan. PPIR ingin demokrasi berjalan baik dan tidak ternodai oleh praktik-praktik tak terpuji.
“Kami singa-singa tua ini seharusnya beristirahat menikmati hari tua bersama anak cucu di rumah. Namun, kami menolak diam karena janji mengawal dan menjaga NKRI telah terpatri di dalam hati hingga tembakan salvo mengiringi ke liang lahat,” tambahnya.
Musa berpendapat, pasangan Sudrajat-Syaikhu adalah figur yang layak diperjuangkan dan dimenangkan. Karena, pasangan ini tidak sekadar saling melengkapi, tetapi juga berpengalaman dan tidak memiliki cacat korupsi. Selain itu, keduanya juga merupakan pribadi yang sangat nasionalis dan religius.
“Karena itu, kami menyerukan kepada para senior dan adik-adik purnawirawan, mari kita berjuang bersama memenangkan Sudrajat-Syaikhu,” katanya.
Musa menjelaskan, PPIR sebagai sayap partai Gerindra saat ini telah berhimpun ribuan purnawirawan TNI dan Polri dalam struktur organisasi sampai ke kab/kota,kec dan desa bersama sama rakyat untuk berjuang merebut kembali Indonedia raya

Saturday, 23 June 2018

6/23/2018

Gerindra: Pak Prabowo butuh dukungan rakyat bukan dukungan cukong

Ketua Umum GerindraPrabowo Subianto, meluncurkan sarana gerakan donasi untuk perjuangan politik. Masyarakat dapat menyumbang dana untuk tambahan logistik Gerindra.

Terkait gerakan itu, Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade, membantah jika hal tersebut hanya pencitraan Prabowo supaya tak terlihat didukung konglomerat untuk maju Pilpres 2019.
"Emang Pak Prabowo gak didukung cukong, ngapain kita didukung cukong. Pak Prabowo itu butuh dukungan rakyat bukan dukungan cukong. Pak Prabowo itu maju jadi calon Presiden Rakyat Indonesia, bukan calon Presiden cukong. Sehingga kebijakan pak Prabowo menjadi Presiden di 2019 untuk kepentingan rakyat bukan untuk cukong," tegas Andre saat dihubungi merdeka.com, Jumat (23/6).
"Bukan citra, Indonesia ini pemimpin itu harus lahir dari dukungan rakyat bukan dukungan cukong," tambahnya.
Kebijakan pro rakyat, kata Andre, dibuktikan Gerindra melalui penolakan pulau reklamasi yang saat ini tindak lanjut pembangunan pulaunya dihentikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Contoh kebijakan kongkrit kita tolak reklamasi, itu menunjukkan bahwa kebijakan partai Gerindra itu pro rakyat bukan pro cukong," ujarnya.
Dia melanjutkan, Prabowo meluncurkan penggalangan dana bukan karena tak punya modal untuk nyapres. Menurutnya, mantan Danjen Kopassus tersebut memiliki modal terbesar sebagai kandidat Capres.
Kendati demikian, kemampuan logistik Gerindra maupun setiap pihak juga ada batasnya. Perjuangan Pilpres pun butuh dana yang sangat besar serta butuh dukungan seluruh rakyat Indonesia.
"Kalau gak punya uang gak bener juga ya, saya rasa calon Presiden yang paling banyak (harta) kalo dilihat LKHPN-nya pak Prabowo lah, kan LKHPN-nya di atas satu triliun pak Prabowo. Siapa bilang pak Prabowo tidak punya uang , tapi tentu ada keterbatasan, gitu loh. Kalo gak ada duit gak juga ya, pak Prabowo ada uang lah," jelas Andre.
Lebih lanjut, Andre menambahkan, dengan adanya donasi perjuangan ini juga dapat membantu tokoh-tokoh yang tak punya uang namun memiliki kapasitas, kapabilitas serta rekam jejak bersih yang ingin menjadi calon legislatif maupun calon kepala daerah. Sehingga tak ada stigma hanya yang punya uang, yang bisa menjadi petahana.
"Tokoh-tokoh itu bisa maju tanpa diatur oleh pemodal besar. Ini politik yang sangat baik agar berpolitik lebih transparan dan masyarakat," imbuh Andre.
"Bukan hanya untuk donasi partai Gerindra semata dan Pilpres pak Prabowo. tapi bagaimana kita menghadirkan banyak tokoh yang berprestasi punya kapasitas, kapabilitas tapi gak punya uang kita bisa dorong lewat donasi ini," tandas Caleg DPR RI 2019 asal Sumatera Barat ini. (merdeka.com)
6/23/2018

Siapa Bilang Prabowo Tak Punya Uang, Hartanya Rp 1 Triliun


Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto meluncurkan gerakan donasi untuk perjuangan politik. Masyarakat pun dapat menyumbang dana untuk tambahan logistik Gerindra. Terkait itu, Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade membantah jika hal tersebut hanya pencitraan Prabowo supaya tak terlihat didukung konglomerat untuk maju Pilpres 2019.
"Emang Pak Prabowo nggak didukung cukong, ngapain kita didukung cukong. Pak Prabowo itu butuh dukungan rakyat bukan dukungan cukong. Pak Prabowo itu maju jadi calon Presiden Rakyat Indonesia, bukan calon presiden cukong. Sehingga kebijakan Pak Prabowo menjadi Presiden di 2019 untuk kepentingan rakyat bukan untuk cukong," tegas Andre saat dihubungi merdeka.com, Jumat 22 Juni 2018.

"Bukan citra, Indonesia ini pemimpin itu harus lahir dari dukungan rakyat bukan dukungan cukong," tambahnya.
Kebijakan pro rakyat, kata Andre, dibuktikan Gerindra melalui penolakan pulau reklamasi yang saat ini dihentikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Contoh kebijakan kongkret kita tolak reklamasi, itu menunjukkan bahwa kebijakan partai Gerindra itu pro rakyat bukan pro cukong," ujarnya.

Tak Punya Modal Nyapres?

Dia melanjutkan, Prabowo meluncurkan penggalangan dana bukan karena tak punya modal untuk nyapres. Menurutnya, mantan Danjen Kopassus tersebut memiliki modal terbesar sebagai kandidat Capres.
Kendati demikian, kemampuan logistik Gerindra maupun setiap pihak juga ada batasnya. Perjuangan Pilpres pun butuh dana yang sangat besar serta butuh dukungan seluruh rakyat Indonesia.
"Kalau nggak punya uang nggak bener juga ya, saya rasa calon Presiden yang paling banyak (harta) kalau dilihat LKHPN-nya Pak Prabowo lah, kan LKHPN-nya di atas satu triliun Pak Prabowo. Siapa bilang Pak Prabowo tidak punya uang, tapi tentu ada keterbatasan, gitu loh. Kalau nggak ada duit nggak juga ya, Pak Prabowo ada uang lah," jelas Andre.
Lebih lanjut, Andre menambahkan, dengan adanya donasi perjuangan ini juga dapat membantu tokoh-tokoh yang tak punya uang namun memiliki kapasitas, kapabilitas serta rekam jejak bersih yang ingin menjadi calon legislatif maupun calon kepala daerah. Sehingga tak ada stigma hanya yang punya uang, yang bisa menjadi petahana.
"Tokoh-tokoh itu bisa maju tanpa diatur oleh pemodal besar. Ini politik yang sangat baik agar berpolitik lebih transparan dan masyarakat," imbuh Andre.
"Bukan hanya untuk donasi partai Gerindra semata dan Pilpres Pak Prabowo. Tapi bagaimana kita menghadirkan banyak tokoh yang berprestasi punya kapasitas, kapabilitas tapi gak punya uang kita bisa dorong lewat donasi ini," tandas Caleg DPR RI 2019 asal Sumatera Barat ini.
Reporter: Muhammad Genantan Saputra
Sumber: Merdeka.com

Wednesday, 20 June 2018

6/20/2018

Prabowo: Ada kekuatan uang merasa bisa menentukan siapa presiden mendatang

Ketua Umum GerindraPrabowo Subianto kembali menyinggung kedaulatan ekonomi Indonesia. Menurut dia, banyak kekayaan alam yang bawa lari ke luar negeri dan menguntungkan bangsa lain.

Akibatnya, menurut Prabowo, kekuatan politik di Indonesia terancam. Bahkan, ada orang-orang berduit yang menganggap bisa menentukan kepala daerah dengan kekuatan uangnya.
"Kekuatan politik terancam, sekarang saat-saat kritis, ada kekuatan yang punya uang merasa bisa menentukan siapa yang akan jadi bupati, wali kota, gubernur, bahkan presiden RI mendatang," kata Prabowo saat memberikan pidato politik lewat live Facebook, Selasa (19/6) malam.
Prabowo mengatakan, saat ini Gerindra bisa dianggap sebagai benteng terakhir kemerdekaan Indonesia. Gerindra, kata dia, berkomitmen untuk mengembalikan kekayaan alam Indonesia agar menguntungkan bagi bangsa sendiri sesuai yang tertuang dalam pasal 33 UUD 1945.
"Mungkin kita yang masih bicara tentang keadilan sosial, kita membela rakyat kecil, membela rakyat miskin, membela kaum tertindas, membela kaum yang lemah, karena itu saya bicara malam hari ini langsung kepada kalian (kader Gerindra)," jelas Prabowo.
Mantan Danjen Kopassus itu mengingatkan kepada seluruh kader Gerindra untuk terus berjuang membela kepentingan rakyat kecil. Dia ingin menciptakan pemimpin kepala daerah yang bersih dan bekerja demi kepentingan rakyat bukan pribadi.
Oleh sebab itu, jelang Pilkada serentak 27 Juni nanti, Prabowo menegaskan kepada kadernya untuk bekerja lebih giat lagi. Memperkenalkan calon pemimpin yang diusung Gerindra di Pilkada door to door kepada rakyat.
"Gerindra sungguh-sungguh dari hati yang paling dalam, kita ingin benar-benar memberi kepada rakyat Indonesia, pemimpin-pemimpin yang bersih, yang baik, yang amanah, yang tidak berkhianat kepada rakyat dan bangsanya sendiri," kata dia.
"Sungguh-sungguh kita berusaha untuk mengusung dan menawarkan kepada rakyat Indonesia kandidat calon pemimpin yang ingin bekerja sebaik-baiknya untuk rakyat dan bangsa, tidak untuk perkaya diri sendiri, tidak untuk perkaya keluarganya sendiri," tambah Prabowo.
Prabowo pun berpesan, bahwa rakyat jangan sampai terbuai dengan iming-iming calon kepala daerah. Sebab, akan menyesal lima tahun ke depan.
"Kalau rakyat tidak sadar atau rakyat mudah dibuai pemimpin yang dipilih nanti adalah mereka yang ingin meneruskan keadaan yang kalau seperti sekarang berarti lima tahun lagi akan diteruskan keadaan seperti sekarang, kekayaan bangsa terus mengalir keluar, patgulipat, segala macam bentuk pencurian, korupsi, penyelewengan dengan semakin canggih dan berani, UU dilabrak keadilan dan hukum diabaikan, kalau dibiarkan keadaan makin tidak baik," tutup dia.(merdeka.com)
6/20/2018

Gerindra segera kaji duet Prabowo-Chairul Tanjung untuk Pilpres 2019

Partai Gerindra segera mengkaji lebih jauh mengenai wacana duet Prabowo Subianto dengan Bos CT corp Chairul Tanjung (CT) sebagai capres dan cawapres pada Pilpres 2019 mendatang. Sejauh ini mereka masih fokus memenangkan para calon mereka usung di Pilkada Serentak 2018.

Wacana ini bermula ketika Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga S Uno bersilaturahmi ke rumah CT saat open house pada hari kedua Idul Fitri. Dalam kesempatan itu, Sandiaga mengatakan bahwa pengusaha kondang itu cocok jika dipasangkan dengan Prabowo.
"Yang pasti Bang Sandi setelah silaturahmi akan melaporkan ke Pak Prabowo. Nanti pasti dikaji bareng-bareng," kata Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra, Andre Rosiade, saat dihubungi merdeka.com, Selasa (19/6).
Menurut Andre, Prabowo akan berkeliling Indonesia memberikan dukungan dan semangat secara langsung kepada para calon kepala daerah dari Gerindra untuk bertarung pada 27 Juni nanti. Adapun daerah bakal dikunjungi Prabowo dalam waktu dekat, di antaranya Makassar dan Solo.
"Pak Prabowo akan berkeliling ke berbagai tempat di Indonesia mengurus Pilkada," ujarnya.
Selain itu, Andre juga menegaskan ada rencana pertemuan Prabowo dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pertemuan itu juga dipastikan setelah perhelatan Pilkada serentak usai.
"Karena Pak SBY juga pasti sibuk mengurus Pilkada serentak. Nanti setelah itu pasti dijadwalkan," ungkap Andre. (merdeka.com)
6/20/2018

Kondisi memprihatinkan, arah bangsa Indonesia sudah menyimpang

Ketua Umum GerindraPrabowo Subianto memberikan pidato politiknya kepada seluruh kader Gerindra, Rabu (20/6) malam. Pidato itu disampaikan melalui live streaming Facebook kurang lebih selama tiga puluh menit.

Hingga Kamis (20/6), pidato Prabowo sudah diputar 165 ribu dan dibagikan oleh tiga ribu lebih netizen. Komentarnya video sudah lebih dari 13 ribu.
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa arah bangsa Indonesia saat ini sudah melenceng dari Pancasila dan UUD 1945. Prabowo lebih menekankan kepada persoalan ekonomi yang sedang dihadapi bangsa Indonesia.
"Apa yang menjadi pusat perhatian Gerindra dari awal saya dan Gerindra melihat bahwa arah kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia ini berada di arah dan alur yang salah. Saya berpandangan berkeyakinan bahwa sistem bernegara sistem politik dan sistem ekonomi bangsa kita berada di jalur yang menyimpang. Menyimpang dari apa? Menyimpang dari rencana dan rencana cetak biru yang dibangun oleh pendiri-pendiri bangsa kita yaitu Pancasila dan UUD 1945," kata Prabowo.
Prabowo menilai, bangsa Indonesia saat ini tidak setia terhadap apa yang tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945. Menurut dia, Pancasila hanya sekadar jadi jargon saja, tapi tidak diamalkan untuk membangun negeri ini.
Sebagai contoh, kata dia, Pancasila terdiri dari lima sila, tetapi sila-sila tersebut tidak mau dilaksanakan sungguh-sungguh. Salah satu bukti yakni terkait kekayaan Indonesia yang diklaim Prabowo justru dikuasai hanya oleh segelintir orang kaya di Indonesia. Bahkan menurut dia, kekayaan Indonesia diambil oleh negara lain digunakan untuk kepentingan bangsa lain.
"Saya tidak bermaksud untuk membahas dan berbicara tentang angka-angka ada saatnya, ada waktunya dan kami siap dengan data dan bukti," tegas Prabowo lagi.
Prabowo pun menyinggung keluhan pemerintah Jokowi-JK yang selalu bilang anggaran terbatas. Parahnya lagi, menurut Prabowo, Indonesia malah berutang untuk membayar gaji pegawai. Menurut dia, hal ini yang membuat rakyat Indonesia akan terus miskin.
"Ini adalah keadaan ekonomi yang tidak masuk akal, tidak ada lembaga keuangan di seluruh dunia berani minjamkan uang untuk biaya overhead gaji, secara ekonomi ini tidak masuk akal, tapi negara kita, bangsa kita, harus menerima kenyataan bangsa kita pinjam uang untuk bayar utang, untuk bayar gaji pegawai," tambah Prabowo.
Prabowo juga kembali menyinggung objek-objek vital negara seperti Bandara juga telah dikuasai oleh asing. Tapi sayang, dia tak mau menyebut detail apa maksud pidatonya tersebut.
Sumber-sumber ekonomi kita, lanjutnya, juga sudah lepas kendali dari penguasaan negara dan bangsa Indonesia. Kondisi ini mengakibatkan Indonesia dalam keadaan lemah.
"Tentara lemah, Angkatan Udara, Angkatan Laut lemah, kekayaan kita diambil, kita merasa kondisi kita semakin memprihatinkan," jelas dia.
Dalam pidatonya itu, Prabowo juga menyinggung aksi pemerintah yang melakukan bagi-bagi Sembako. Menurut dia, hal tersebut tidak menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi bangsa Indonesia.
"Sewaktu-waktu pihak berkuasa melakukan aksi-aksi untuk apakah bagi-bagi uang, bagi-bagi paket tertentu atau melaksanakan kebijakan populis, tapi pada hakekatnya ini tidak perkuat kedaulatan ekonomi kita," tutur dia.
Prabowo pun memberikan solusi bahwa kunci dari kedaulatan ekonomi adalah pasal 33 UUD 1945. Prabowo ingin pemerintah berpijak pada bunyi pasal tersebut yakni kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dikuasai oleh negara. Karena itu, sejak awal dia menilai, bangsa Indonesia sudah salah arah.
"Ini kuncinya, karena ini menyimpang," kata Mantan Danjen Kopassus itu. (merdeka.com)

Monday, 18 June 2018

6/18/2018

Sandiaga: SBY titip pesan, Insya Allah kita bersama-sama di 2019


Ketua Tim Pemenangan Partai Gerindra, Sandiaga Uno telah melakukan pertemuan dengan Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dalam pertemuan itu, salah satu yang dibahas yakni rencana Prabowo Subianto dan SBY untuk bertemu.

"Tadi disampaikan bahwa Pak AHY lagi mengatur waktu dengan Pak Prabowo," kata Sandiaga di Jakarta Timur, Senin (18/6).
Tak hanya itu, saat pertemuan dengan AHY, Sandiaga menyebut SBY juga sempat menitipkan pesan. Dia menyebut selama libur lebaran ini, dirinya sudah tiga kali bertemu dengan AHY.
Seperti halnya, foto yang diunggah Sandiaga di akun Instagram @Sandiuno yang menunjukkan beberapa kali pertemuan keduanya.
"Saya ketemu juga dengan AHY selama tiga kali, memang Pak SBY bertitip pesan insya Allah kita bersama-sama di 2019 ini," ucapnya.
Tak hanya itu, Sandiaga menyebut akan ada pertemuan lanjutan bersama AHY seiring mempersiapkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang dilaksanakan pada 27 Juni 2018.
"Kami nanti akan ada pertemuan lanjutan dan ini persiapan tengah dilakukan seiring ada Pilkada," jelas Sandiaga.
Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com [rnd]

Thursday, 14 June 2018

6/14/2018

Jokowi Diprediksi Keok Lawan Prabowo di Jawa Barat #Pilpres2019


JELANG Pilpres 2019 lembaga Survey & Polling Indonesia (SPIN) merilis hasil survei di Jawa Barat. Hasilnya ternyata Prabowo Subianto masih di atas Jokowi.

Jika terjadi ‘dejavu Pilpres 2014’ di 2019 alias remacth head to head el classico antara Prabowo vs Jokowi, maka Prabowo Subianto juga masih memimpin perolehan suara di Jawa Barat," kata Igor Dirgantara, Direktur Survey & Polling Indonesia (SPIN) dalam siaran tertulis pada Kamis (14/6/2018).

Igor menjelaskan, Prabowo Subianto memimpin suara di Jawa Barat dengan perolehan 45,3 persen, sedangkan Jokowi mendapat 40,9 persen, sementara yang menjawab tidak tahu 13,8 persen.

Menurut Igor, saat responden ditanya jika Pilpres 2019 di gelar hari ini, maka Prabowo mendapat 37,1 persen suara, Jokowi meraih suara 30,5 persen, Gatot Nurmantyo 4,2 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 3.3 persen, Anies Baswedan 2,1 persen, Hary Tanoesoedibjo 1,9 persen, Amin Rais 1,1 persen, Rizal Ramli 0,7 persen, dan yang menjawab tidak tahu sebesar 19,1 persen.

"Tidak ada pergeseran di ProvinsiJawa Barat. Tanah Pasundan itu tetap akan menjadi lumbung suara bagi Prabowo, saat maju kembali melawan incumben Presiden Jokowi di Pilpres 2019," kata Dosen Universitas Jayabaya itu.

Igor menambahkan, kemenangan Prabowo atas Jokowi juga terjadi saat Pilpres 2014 lalu, dengan perolehan suara 14.167.381 atau sebesar 59,78 persen diatas Jokowi dengan raihan 9.530.315 suara atau 40,22 persen.
"Jokowi hanya menang atas Prabowo di Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon. Di sisa kabupaten lainnya Prabowo masih unggul atas Jokowi," kata Igor.

Pilkada Jabar dinilai penting karena provinsi ini menyumbang hampir 20 persen pemilih nasional, dan voters di Jawa Barat dianggap berpengaruh terhadap perolehan suara nasional dalam pemilu serentak 2019.

Igor merinci, setidaknya ada tiga faktor penting sebab masih unggulnya Prabowo atas Jokowi di Jawa Barat.
Pertama, faktor ketokohan Ahmad Heryawan (Aher), Gubernur 2 periode Jabar yang namanya digadang menjadi salah satu cawapres kuat Prabowo dari PKS.

Aher terasosiasi kuat dengan figur Prabowo, karena sampai sekarang di level politik nasional, PKS merupakan barisan dari 'partai oposisi' bersama Gerindra yang dipimpin Prabowo.

Kontroversi penunjukan kaos ganti presiden oleh pasangan Asyik saat acara debat Cagub Jabar juga memperkuat persepsi tersebut.

Kedua, demontration effect politik kemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Pasangan yang diusung Prabowo di Pilkada DKI Jakarta 2017 ini menguatkan dan memantapkan pilihan warga Jabar terhadap mantan Danjen Kopassus ini.

Jabar adalah daerah yang sangat penting dalam sejarah kompetisi dan kontestasi politik di Indonesia dan dikenal sebagai basisnya pemilih Islam.

Apalagi keberadaan sebagian wilayah Jabar yang secara geografis berdekatan dengan Jakarta signifikan mempengaruhi peta politik di Jabar.

"Ketiga, pembanguan infrastruktur yang dilakukan oleh Presiden Jokowi memang nyata, namun perguliran isu tenaga kerja asing di Cimahi, Banten, Bogor, Bekasi," kata Igor.

Selain itu masih mangkraknya proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung, dan polemik pembangunan di Meikarta masih menyisakan kekhawatiran sebagian besar warga Jabar saat ini.

Igor menjelaskan, survei SPIN ini dilaksanakan pada 5-10 Juni 2018 dengan responden 1.200 dan memakai teknik multistage random sampling. Margin of error 3 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Wawancara dilakukan melalui tatap muka langsung dengan bantuan kuisioner. Uji kualitas dilakukan melalui spot check dengan mengambil 20 persen dari total sample.